Pendekatannya 2 tahun (bahkan jauh sebelum saya join Manulife ya) sebelum akhirnya si bapak memutuskan untuk berasuransi, terutama asuransi jiwa nya. "Pak, ini bukan semata2 asuransi kematian, ini lebih kepada memberikan kesejahteraan dan keamanan finansial kepada keluarga bapak bilamana nanti terjadi resiko yang sudah pasti akan dialami setiap manusia, pak". Resiko apa aja sih ? Yaitu : tua, sakit, dan meninggal. Tidak ada yang bisa menampik resiko tersebut yang mana pasti datang saatnya.
"Ah, saya tidak punya uang".
Hmmmm. Padahal bapak ini hobinya futsal, football, dan untuk itu ia membeli sepatu yang cukup mahal yang kalau ditotal cukup untuk membayar 1 tahun asuransi jiwa dengan UP 100 jt, lho. Ckckck. Agen jadi geleng2 kepala nih.
Suatu hari. "Agent, kalau UP 100 jt berapa ya preminya?". Hmmm agent gak mau jawab ah. "Untuk asuransi jiwa ya pak ? Sebelum kesana gimana kalau kita bahas dulu mengenai kebutuhan masa depan". Bapak ini setiap bulannya kontribusi krg lebih 3 jt an ke keluarganya. Belum memiliki tabungan liquid yang cukup, namun sudah memiliki rumah. Dengan hitungan normal dengan asumsi bunga bank 8 %/thn, UP ideal adalah 500 jt. Setelah hitung2 premi "wah, saya belum mampu kalu preminya diatas 5 jt/th". Oke pak, gapapa, saya bisa buatkan sesuai kemampuan saat ini, yang penting bapak tau dulu gambaran ideal kebutuhan masa depan bapak sepeninggal bapak nanti adalah sekian itu, insya allah kan nanti ada rejeki lebih pak, bapak bisa tambahkan UP nya atau beli polis baru lagi, yang penting ada proteksi dulu untuk saat ini pak.
"Mbak, saya ada pertanyaan, sebaiknya lebih baik bayar lama atau bayar cepat?". Oke, kalau saya sebagai agent dan dilihat dari faktor adanya resiko (yang disebut dengan resiko awal : tua, sakit, meninggal), saya sarankan agar membayar asuransi jiwa sepanjang mungkin. Alasannya : premi lebih murah, dan bilamana terjadi resiko awal maka premi yang bapak keluarkan belumlah besar namun manfaat tunai langsung diberikan. Coba bapak bandingkan bilamana bapak ambil masa pembayaran yg pendek (3 tahun) lalu terjadi resiko (maaf) meninggal di tahun ke 4 maka sebenarnya bapak sudah melunasi kewajiban membayar premi, sementara bila bapak ambil masa bayar yang lama (20 atau 10 th) maka itungannya bapak baru keluar uang 4x bayar lalu terjadi resiko meninggal, manfaat tunai langsung didapat jauh sebelum kewajiban membayar premi selesai. Saran saya ambil yang masa bayarnya paling lama bila bapak melihat dari sisi resiko awal.
Bapak PNS itu pun tersenyum dan setuju dengan proposal Prolife Plus sebagai berikut :
Usia : 36 tahun
UP : 100 jt
Masa pembayaran : 20 tahun
Proteksi : hingga usia 99 tahun
Premi : Rp. 1,500,000
Ketika agent bertemu dengan bapak R untuk menyerahkan polisnya, bapak R berkata "sekarang saya lebih tenang mbak, istri saya juga senang (tentunya bukan mengharapkan kematian ya pak :p) dan yang pasti kami berdua menjadi lebih rileks karena ada jaminan tunai untuk anak kami, mbak. Makasih banyak mbak ilna".
Amin. Alhamdulillah pak.
Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network
0 comments:
Post a Comment