Rasanya letih sekali setelah presentasi di beberapa tempat hari itu. Karena sudah cukup malam, kuputuskan pulang naik Taxi Express. "Selamat malam, Pak. Depok ya Pak". "Baik, mbak".
Belum cukup jauh berjalan, rupanya bapak supir ngajak bercakap2. "Mbak, abis pulang kerja nih?". Kebetulan aku gak anti ngobrol sama supir taxi, terutama supir taksi kepercayaan macam Express ini. "Iya pak, abis dari rumah klien". "Oh, kerja marketing ya mbak?". "Iya pak, kebetulan saya di Manulife, agent pak :)".
Rupanya pak supir merasa sedikit kaget dan ada gurat ketertarikan. "Mbak, saya mau denger dong produk Manulife apa saja ya ? Kebetulan saya sudah 2x di presentasi oleh agent asuransi, dari B dan P, saya mau tau dari Manulife mbak".
Seperti biasa, obrolan mengalir begitu saja, beliau menginginkan dana pasti untuk hari tua dan keluarganya kelak bila ia tiada, dan akupun menjelaskan 3 produk kepada beliau. Alhamdulillah jalanan macet :D jadi ada waktu banyak untuk tanya jawab. 3 produk tsb adalah Prodana, Prosiswa, dan Prolife. "Mbak, baru mbak yang menjelaskan secara detail mengenai asuransi, sepertinya saya tertarik mbak, pada asuransi jiwa wholelife saya kemungkinan ada dana, untuk dana pensiun pun kalau saya mau usahakan dan bekerja lebih giat lagi pasti kecapai mbak. Gimana mbak caranya?".
Kebetulan sudah dekat rumah, "gampang pak, bapak hubungi saya aja, ini kartu nama saya, silahkan aja bapak kontak saya kapanpun, saya juga sarankan bapak hunting dulu dan bandingkan dulu Manulife dengan produk lain, saya yakin dari ratusan produk asuransi di Indonesia pasti ada 1-2 yang cocok untuk bapak, kalau kita berjodoh maka bapak insya allah bergabungnya dengan Manulife:)". "Terima kasih banyak mbak".
Setelah itu kukeluarkan lembar 100rb an. Huh, mahal ya tarif taksi gini hari :(.
Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network
Belum cukup jauh berjalan, rupanya bapak supir ngajak bercakap2. "Mbak, abis pulang kerja nih?". Kebetulan aku gak anti ngobrol sama supir taxi, terutama supir taksi kepercayaan macam Express ini. "Iya pak, abis dari rumah klien". "Oh, kerja marketing ya mbak?". "Iya pak, kebetulan saya di Manulife, agent pak :)".
Rupanya pak supir merasa sedikit kaget dan ada gurat ketertarikan. "Mbak, saya mau denger dong produk Manulife apa saja ya ? Kebetulan saya sudah 2x di presentasi oleh agent asuransi, dari B dan P, saya mau tau dari Manulife mbak".
Seperti biasa, obrolan mengalir begitu saja, beliau menginginkan dana pasti untuk hari tua dan keluarganya kelak bila ia tiada, dan akupun menjelaskan 3 produk kepada beliau. Alhamdulillah jalanan macet :D jadi ada waktu banyak untuk tanya jawab. 3 produk tsb adalah Prodana, Prosiswa, dan Prolife. "Mbak, baru mbak yang menjelaskan secara detail mengenai asuransi, sepertinya saya tertarik mbak, pada asuransi jiwa wholelife saya kemungkinan ada dana, untuk dana pensiun pun kalau saya mau usahakan dan bekerja lebih giat lagi pasti kecapai mbak. Gimana mbak caranya?".
Kebetulan sudah dekat rumah, "gampang pak, bapak hubungi saya aja, ini kartu nama saya, silahkan aja bapak kontak saya kapanpun, saya juga sarankan bapak hunting dulu dan bandingkan dulu Manulife dengan produk lain, saya yakin dari ratusan produk asuransi di Indonesia pasti ada 1-2 yang cocok untuk bapak, kalau kita berjodoh maka bapak insya allah bergabungnya dengan Manulife:)". "Terima kasih banyak mbak".
Setelah itu kukeluarkan lembar 100rb an. Huh, mahal ya tarif taksi gini hari :(.
Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network
0 comments:
Post a Comment