Berawal dari email yang beliau kirimkan kepada saya pada 4 Oktober 2008 yang menanyakan tentang asuransi kesehatan hingga kemudian beliau memutuskan untuk membeli asuransi yang berbeda dari yang awal ia tanyakan. Kok bisa begitu ? itulah gunanya sharing.
Beliau ini ternyata tidak tinggal di
Selain concern ke HB, beliau juga concern ke asuransi pendidikan, namun setelah didiskusikan kami sepakat bahwa premi asuransi pendidikan dirasa cukup mahal. Agent juga melihat dengan kemampuan finansial beliau, semestinya biaya uang pangkal untuk masuk SD, SMP, dan SMA should not be a problem, yang akan menjadi problem adalah biaya kuliah, karena biaya kuliah pada 15 atau 20 tahun mendatang akan sangat besar sekali (minimal 350 juta mulai tingkat 1 hingga anak selesai kuliah). Kemudian beliau pun menanyakan ttg dana pension. Yup, ini adalah salah satu solusi yang tepat yang dapat menyelesaikan kebutuhan keuangan di masa datang.
Ketika anak2 kita beranjak kuliah, ketika itu pula usia kita mencapai usia pensiun. Ironis ya, dimasa anak butuh biaya banyak justru kita berada diambang ”nyaris tanpa penghasilan”. Bagi yang PNS mungkin ada uang pensiun ya, tapi berapa sih uang pensiunan ? mama saya saja saat ini hanya menerima 650rb sebagai uang pensiun nya sepeninggal papa saya yang meninggal 18 tahun lalu (18 tahun lalu hanya 125 rb, bayangkan itu). Apa iya uang segitu cukup untuk menyekolahkan anak di sekolah yang berkualitas ? (kecuali anaknya pintar dapat beasiswa, ya).
Akhirnya setelah diskusi over the internet, beliau mantap memutuskan untuk mengambil dana pensiun dan memilih usia pensiun 45 tahun. Ketiak usia 45 tiba, ketika itu pula ananda tercinta beranjak ke usia 16-17 tahun, uang pensiun sudah ditangan dan bisa digunakan sebagai biaya kuliah. Kalaupun tidak, bisa digunakan sebagai dana hari tua bersama keluarga tercinta.
Beliau smart, memilih usia pensiun termuda dari pilihan usia pensiun lainnya (50, 55, 60 thn). Dengan lifestyle nya yang sehat (tidak merokok/minum) insya Allah dana pensiun dapat dinikmati untuk hal2 yang menyenangkan dan bermanfaat.
Dunia maya tidak menyurutkan langkah agent dan klien untuk ’bertemu’, sempat tercetus pertanyaan dari beliau ”kita kan tidak bertemu muka, bagaimana dengan proses klaim nantinya, how can I trust you”. Dear klien, untuk berjanji dibawah bendera ”asuransi” yang diperlukan adalah KEJUJURAN. Jujurlah dalam mengisi SPAJ, katakan yang sebenarnya, agent juga harus jujur memberikan informasi produk, jangan ada yang disembunyikan. Kalau perlu berikan copy polisnya agar klien dapat mempelajari produknya. Selain itu saya Insya Allah mengabdikan diri dan hidup saya kepada Manulife karena sebagian besar polis saya dan keluarga keluaran Manulife. Rugi bila saya resign dari Manulife karena saya masih akan berurusan dengan Manulife seumur hidup (untuk polis wholelife saya dan suami), selain itu dengan kinerja administrasi yang rapi dari manulife, Insya Allah proses klaim berjalan dengan lancar, dalam hal ini agent juga wajib mendidik kliennya agar nantinya bisa secara mandiri mengurus administrasi dengan cara menguasai produknya. Namun tentu saja selama agent masih dapat dihubungi, hubungi agentnya. Jarak yang jauh bukanlah hambatan dalam melayani sesama, it’s one click away.
Tanggal 16 December, saya mengirimkan formulir aplikasinya ke underwriting. Mudah2an dalam 2 minggu polisnya terbit.
Usia 30 tahun, male non smoking
Prodana Plus Silver 45, UP 100 juta
Premi : 13 juta
Masa Bayar : 10 tahun
Total Manfaat Tunai : 416 juta
0 comments:
Post a Comment